LELAH
Ketika
lelah ku menatap kesunyian
Lelah
menatap keramaian, lalu sunyi lagi
Lalu
ramai lagi
Siklus
hidup yang membosankan
Lelah
pula ku menatap malam penuh suara jangkrik
Lelah
mendengar musik depresi
Karena
aku lelah merasa depresi
Bulan
pun lelah menampakkan sinarnya
Malam
seketika hanya menjadi potret kebosanan
Potret
hidup yang membosankan
Yang
ingin ku bunuh dengan sekali hentakan
Bahkan
ku lelah dengan kematian
Kematian
yang tiada rasa gembiranya
Ku
dengar malaikat terus meracau soal dosaku
Tuhan
sedang sibuk memainkan dadu
Dan
setan-setan bernyanyi bersamaku
Aku
ingin menghakimi mereka semua
Agar
mereka berhenti meracau tentangku
Aku
lelah mendengarkan mereka pula
Ghaib-ghaib
hanyalah imajinasi
Material
tak pernah menjadi basis utama
Karena
engkau tahu bahwa perenungan hanyalah hasil dari lelah
Lalu
ku ingin berlari menghindar dari hukum Tuhan
Namun
lelah pula kaki ku berlari
Aku
berhenti di antara diksi filsafat
Diksi
bagi orang-orang yang lelah mencari kebenaran
Bersama
orang-orang skolatis
Terhempas
jauh hingga ke jurang Idealisme
Aku
lelah teralieanasi dalam materi
Terasing
dalam pertentangan nyata yang penuh perdebatan
Bagaimana
bisa ?
Karena
aku lelah menjalani malam-malam
Siang-siang
Dan
kontradiksi antara siang dan malam
Lelahku
bukan lah lelah seorang manusia
Hanya
saja aku hidup di antara manusia-manusia
Yang
tolol mengungkapkan arti kata lelah
Dan
aku akhirnya juga tolol
Lelah
dalam ketololan
(Alvie, 27 Februari 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar