Aku
terjebak dalam satu masa
Hujan
tiada henti
Pelangi
tak kunjung datang
Bumi
menderita pedih
Aku
terjebak dalam dirinya
Ku
tatap langit tetap hitam
Ku
dengar suaranya tetap statis
Suara
air yang di tumpahkan dari kelebihan bebannya di langit
Kurasakan
dingin, menggigil dan sarafku mati
Diriku
tak bergerak hingga air tenggelamkan diriku
Sejenak
muncul bayangan putih
Bayangan
akan suatu masa dimana aku masih terus bernapas
Merasakan
cinta
Pedih
Bahagia
Luka
Merasakan
diriku sebagai manusia seutuhnya
Sejenak
ku lihat masa kecilku
Masa
ketika aku remaja
Hingga
kini saat ku tak tahu lagi arah bayanganku pergi
Aku
terjebak dalam hitam yang pekat
Ku
dengar air mengalir deras menghanyutkanku
Menuju
pusaran dosa yang lebar
Ku
tenggelam
Mati
Dan
tak ada lagi diriku merasakan sebagai manusia
Ya,
aku
Tinggal
sendiri mati dalam dosa
Sedangkan
mereka selamat
Karena
pelangi menyambut mereka
Dan
aku terkubur bersama impianku
Bersama
pelangi impian yang kuharapkan datang
Tetapi
tak pernah datang
(Alvie, 18 Februari 2015)
(Alvie, 18 Februari 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar